Polisi Bodoh
Polisi Indonesia adalah anjing-anjing pemerintah. Pemakan bualan busuk pejabat dan penjilat sejati pemerintah. Apapun mereka lakukan untuk promosi, padahal sempak mereka dibeli dari uang kami yang dibayarkan melalui pajak. Satu rupiah pun kami tak sudi dipakai oleh mereka, bahkan sempak-sempak mereka pun kalau bisa dilepas lalu saya bakar. Najis senajis-najisnya dengan polisi.
Berita semalam menunjukkan bahwa mereka adalah sampah-sampah bau busuk yang lebih busuk dari tai di tempat pembuangan sampah. Manusia yang sedang unjuk rasa digeleng oleh besi berlapis baja beroda empat. Setelah digeleng, kemudian pergi yang semoga ke neraka. Tabrak lari yang penjahat jalanan pun tak tega lakukan.
Hei, polisi-polisi bodoh. Kalian itu bertugas mengamankan, bukan menggeleng bahkan membunuh. Bodoh. Tupoksi saja tidak tahu, pantas kalian jadi polisi. Bodoh. Dan lebih bodohnya lagi, kalian melindungi orang-orang di dalam gedung yang pendingin ruangannya menyala sedang santai-santai, bodoh. Kalian kok bodoh sekali, ya. Sempak kalian itu loh dari duit-duit kami, bodoh. Kami yang bayar kalian sehingga kalian bisa pamer seragam coklat bodoh itu, bodoh.
Gedung yang kalian jaga itu adalah rumah kami, bodoh. Kenapa kami diusir dari rumah kami sendiri. Bodoh. Kalian dengan pede buat status makan-makan untuk amunisi ketika menghadapi kami, mengejek kami dengan pelontar gas air mata, dan menganggap kami seperti tikus-tikus ketika lari berhamburan. Hei, polisi bodoh, yang tikus itu ada di dalam gedung, gedung yang kalian jaga itu di dalam sana tikusnya, loh, bodoh. Kalian malah mengusir kami yang mau membasmi tikus itu.
Pentungan, perisai, helm yang kalian pakai itu dari duit kami, bodoh. Coba lucuti semuanya lalu bertarung seperti royal rumble di Smackdown, dengan tangan kosong. Saya rasa kalian akan merintih seperti anjing dipatok ular.
Dan, hei, polisi bodoh. Jangan mentang-mentang Barakuda itu karnivora lalu kalian mangsa manusia. Perintah siapa itu untuk menggeleng manusia? Bodoh.
Kalian-kalian yang bodoh tidak akan pernah kami maafkan. Ketika kami bersaksi nanti, tak akan ada kebaikan yang kami sampaikan, karena memang kalian tidak melakukan hal baik. Film panjang tentang kebodohan-kebodohan kalian akan diputar dan penyesalan sudah sangat terlambat. Tapi menyesal sekarang pun tidak akan mengubah kesaksian kami.
Kami tidak takut!
ACAB
- Jafirlana. Jakarta 29 Agustus 2025
Komentar
Posting Komentar