Asmara

Haruskah gua menuliskan kisah asmara gua yang tidak seberapa ini?

Baiklah. Mulai dari mana ya?

Dari pertama tertarik aja kali ya.

***

Waktu itu lagi bulan Oktober. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia akrab dengan Bulan Bahasa di bulan Oktober. Waktu itu kita mahasiswa baru, gua lagi jadi bagian kepanitiaan kegiatan yang punya nama Semarak Bulan Bahasa, kebetulan banget waktu itu tahun 2016, gua juga gak tau kenapa dan gak ngerti apa hubungannya.

Jadi pada saat itu, kita ngadain lomba-lomba untuk memperingati Bulan Bahasa yang nanti puncaknya itu ada di tanggal 28, bertepatan sama Sumpah Pemuda. Tau kan Sumpah Pemuda itu apa? Bukan, bukan sumpah serapah atau janji-janji yang dikeluarkan pemuda yang tidak bertanggung jawab sehingga ada jargon "semua cowok sama aja" itu ada di dunia. Itu adalah baca ada di google banyak. Ya intinya kegiatan ini memperingati Sumpah Pemuda karena di teks Sumpah Pemuda itu ada bahasa-bahasanya. Simpel dan sangat tidak jelas.

Saat itu gua ngeliat cewek pake kacamata dengan frame yang tidak pasaran. Biasanya kan frame kacamata itu item kan. Nah ini dia ini biru. Framenya, bukan orangnya yang warnanya biru.

Yaudah gitu aja.


*cerita ini akan terus berlanjut bergantung keinginan hati penulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arunika Yumna Rinjani

[PMS] Perjalanan Menikahi Shabrina

Dari Ayah untuk Bapak