Postingan

[Ruang Opini] Sarjana Anu, kok Kerja Anu?

Gambar
" Sarjana anu, kok kerja anu? " Begitulah kata utusan setan satu ini. Harusnya kita sama-sama tahu, bahwa mencari pekerjaan di saat seperti ini cukup sulit. Lapangan kerja memang ada, tapi lowongan untuk fresh graduate  apakah banyak? Oh, tentu banyak. Tapi, apakah lapangan kerja tersebut untuk semua jurusan? Belum tentu. Maka dari itu, berhenti berkata, " Sarjana anu, kok kerja anu? ". Saat kata-kata itu terlontar dari mulut siapapun, percayalah, mulutnya mengeluarkan bau seperti sampah. Dikutip dari Kompas , pengangguran di Indonesia tahun ini mencapai 9,1 juta. Ya, itu manusia, bukan uang. 9,1 juta orang mungkin sedang sibuk mencari pekerjaan. Dan pada tahun lalu, kurang lebih 80 % sarjana tidak bekerja linier dengan jurusan saat ia kuliah. Saya rasa, beberapa memang memiliki ketertarikan di luar bidang pendidikannya, beberapa lagi mungkin terpaksa untuk sesuap nasi yang bisa dimakan dan seteguk air yang bisa diminum. Banyak orang-orang meluluhkan ego dan membuan...

Tulus

  Hati-hati di Jalan

Pemuda Ngapak

Gambar
Di satu hari, saya melanjutkan perjalanan pulang. Dari Solo menuju rumah. Tapi saya dan kawan perjalanan menyempatkan mampir ke tempat pemuda Ngapak bernama Suta. Kawan lain yang saya kenal saat masuk dunia perkuliahan di Untirta. Kawan yang membawa saya pada sebuah pendakian pertama dan menemani pada pendakian dan perjalanan-perjalanan lainnya. Blek. Itulah panggilan kesayangan saya kepadanya. Saat ini, ia sedang melanjutkan pendidikannya di Purwokerto. Mengabdi pada sebuah lembaga kerelawanan bernama Rumah Kreatif Wadas Kelir. Manusia ini menerima dan menyambut kami dengan nasi goreng, mendoan khas Banyumas yang hangat, bergelas kopi, dan beberang tembakau yang siap dilinting. Karena lelah perjalanan, kami hanya berbincang hingga pukul 1 dini hari. Padahal banyak yang ingin kami tukar. Rindu, cerita, dan tawa. Paginya, saya disambut oleh obrolan religius dari seorang tokoh di tempat tersebut. Beberapa hal baru saya ketahui setelah kurang lebih satu jam berbincang dengan berdiri. Pagi...

Sajak U

Gambar
Jaga dirimu Aku menabung dulu Untuk aku, keluargaku, semoga juga untuk dirimu Jika nanti memang tak bertemu Semoga kamu bahagia selalu Bersama siapapun yang memang sudah takdirnya untukmu Bersama siapapun yang dapat membuatmu bahagia di kala sendu Tapi, semoga itu diriku Yang sedang menabung dulu Melupakan beberapa mimpiku Namun mengejar salah satu mimpiku Mimpi untuk bersamamu

Gelap

Di jalan panjang yang gelap itu, aku ternyata sendiri Hanya ada aku dan cahaya lampu yang sudah menyala sebelum aku datang Aku memilih jalan ini, karena aku rasa, aku akan lebih cepat sampai Ya, memang aku lebih cepat sampai Tapi aku meninggalkan semuanya di persimpangan jalan Yang lain menyusuri jalan ramai dan terang benderang bersama-sama Sedangkan aku menyusuri jalan gelap sendirian Akhirnya memang akan bertemu di ujung jalan yang sama Tapi di persimpangan tadi, aku tanggalkan impian, cita-cita, teman, sahabat, dan idealisme Aku memilih menyusuri jalan gelap sendirian Mungkin banyak yang menyayangkan, mengapa aku akhirnya memilih jalan ini Setelah memilih untuk melewati jalan ini, aku memilih untuk tidak banyak bercerita tentang kenapa aku memilih jalan gelap ini Dan jalan gelap seperti apa yang aku pilih

Perjalanan Terakhir: Akhir dari Sebuah Petualangan

Gambar
Sebelum saya bercerita sedikit tentang perjalanan kali ini, saya ingin berterima kasih kepada kawan perjalanan saya, Satrio dan Angga Saputra. Tanpa mereka, perjalanan seru ini mungkin tidak akan seseru ini, atau mungkin tidak akan terjadi. Dua kawan perjalanan yang tidak perlu diragukan lagi ketangguhannya. Mulai dari berangkat dengan sepeda motor. Menempuh jarak sekitar 600 KM, mereka masih bisa tertawa di antara kantuk saat mengendarai sepeda motor, masih bisa tersenyum setelah malam panjang di perjalanan yang melelahkan, masih mau menahan bool panas yang beradu dengan jok motor. Sampai pada akhirnya waktu pulang, setelah menelan 1000 KM lebih, mereka masih mau tertawa di antara motor mogok saat tengah malam. Tak lupa juga kepada kawan perjalanan yang lain, Wahyu Saputra, Aziz Fauzi, Djilzaran Nurul, dan Bayu Suta. Terima kasih sudah bergabung, menampung, dan memeriahkan perjalanan ini. Serta orang-orang baik yang ditemui selama perjalanan. - Semua berawal dari Kota Solo. Setelah me...

[Ruang Opini] Wisata Bencana - Erupsi Semeru

Gambar
  Tangkapan layar di atas cukup menunjukkan bagaimana masyarakat kita sulit memposisikan diri saat ada peristiwa duka di tanah air. Pada tulisan ini, gua bukan mau bercerita tentang diri gua. Berharap suatu hari gua membaca tulisan ini, bahwa pernah ada kejadian memalukan ketika di suatu daerah yang mengalami bencana. Maaf, koreksi. Bukan pernah, tapi sering ada kejadian memalukan. Kenapa gua sebut memalukan? Karena hal ini sangat tidak pantas di lakukan oleh manusia jika tujuannya untuk eksistensi. Garis bawahi kata eksistensi . Gua membuat rubrik berjudul Ruang Opini. Isinya adalah opini-opini gua tentang berbagai hal yang ingin gua tulis di blog ini. Opininya mungkin tidak selalu benar, tapi opininya adalah murni pandangan gua tentang hal tersebut. Membahas tentang Wisata Bencana. Hal ini bukan sesuatu yang baru. Ketika terjadi bencana di suatu tempat, entah itu gempa bumi, longsor, tsunami, atau yang baru-baru ini terjadi, erupsi Gunung Semeru, hampir selalu ada orang-orang bod...