Postingan

Bapakku Penjual Kopi Keliling

"Selamat malam, Jim. Blog nggak keurus nih, lagi pusing biaya kawin, ya?" Begitulah kata Jimi 2023 ke Jimi 209999. * Malam ini gua mau cerita tentang Bapak gua. Bapak yang sudah 23 tahun lebih membesarkan gua. Nggak banyak interaksi atau komunikasi yang kita buat. Obrolan intim jarang banget kebentuk, tapi semoga itu tidak mengurangi rasa sayang kepada Bapak yang bernama Rusdiyono ini. Satu fakta menarik tentang nama Bapak gua. Sekitar 13 tahun lalu, menjelang UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional), gua dan anak-anak SD Sukamulya 1 diminta data-data pribadi, kayak nama sesuai akte kelahiran, tanggal lahir, nama orang tua, dll. Pada saat itu, gua ngadu ke Ibu gua karena gua dari lahir nggak punya dokumen akte kelahiran. Tidak punya akte ini bukan tanpa alasan. Gua berasumsi dari cerita orang tua gua. Gua dulu lahir di mobil pada saat perjalanan ke rumah sakit buat ngelahirin gua. Jadi, tidak ada pencatatan secara tertulis di mana dan waktu pada saat gua lahir. Kembali...

Jakarta Tidak Mengubahku

Gambar
Aku masih sama Masih memakai baju yang begitu-begitu saja Masih memakai sepatu kets buluk itu Masih mengendarai motor yang sama Masih menikmati orek tempe dengan ikan teri Masih meminum air yang sama Masih dekil seperti kamu terakhir lihat Masih bisa tidur di depan ruko yang sudah tutup Masih bodoh. Obrolan bodoh terakhir yang kamu dengar, masih sering keluar di waktu yang tak tentu Masih tidak berkaca ketika pergi ke mana pun Masih tidak sisiran Masih dengan sarung yang sama Masih terlihat belum mandi meskipun sudah mandi Masih tidur gaya helikopter Masih sayang Ibu dan Bapak Yang terpenting, masih mencintai orang yang sama Yang berbeda adalah ketika kita bertemu, berbincang cukup lama, dan kamu menemukan perbedaan itu

Setelah Perjalanan Terakhir #1

Sudah lama sekali tidak menulis di blog yang jauh dari layak ini. Ah, layak atau tidaknya, gua sendiri yang menilai. Toh, tulisan-tulisan di sini tidak gua khususkan untuk publikasi ke orang banyak, melainkan untuk bahan kenang-kenangan gua nanti. Saat gua nulis, mungkin tulisannya nggak bergitu berharga. Tapi, beberapa tahun lagi, gua yakin tulisan ini penuh memori kenangan yang nano-nano rasanya. Oke. Jadi, di tulisan kali ini, gua mau certain perjalanan panjang gua setelah gua mengakhiri Perjalanan Terakhir. Untuk pertama kalinya, gua buka cerita ini ke media. Sebelumnya, gua menutup-nutupi kehidupan gua setelah perjalanan terkahir itu. Dimulai dari mana, ya? Dimulai dari kepulangan gua deh.  *** Saat gua pulang dari Solo, tujuan akhir waktu itu adalah rumah Angga. Setelah sampe rumah Angga, paginya, gua dan Uwo harus ke Serang gua memenuhi janji untuk naik Gunung Karang sama Pabrik Pigur saat itu. Skip lah bagian ini. Sampailah di mana gua kembali bekerja di Untir...

Formaldehyde

Jika kita bertemu di kehidupan yang lain, aku ingin kita bisa bertukar segalanya. Jika cocok denganku, mungkin kerudung segiempatmu juga ingin aku kenakan sebagai pengganti slayer-ku yang sudah usang dimakan zaman nabi Jika kita bertemu di kehidupan yang lain, aku ingin membicarakan apa saja denganmu. Dari gigi hiu yang bisa dengan cepat tumbuh, letusan Gunung Krakatau tahun 1883, kerusuhan 98, drama Korea, pocong Mumun, Kominfo, hingga kapan warga Afrika bisa hidup sejahtera Jika kita bertemu di kehidupan yang lain, aku masih tetap memilihmu untukku menghabiskan waktu sampai kita bertemu di kehidupan yang lain lagi Jika kita masih bertemu di kehidupan yang lain, aku masih akan memilihmu, menghabiskan waktu bersama sampai kehidupan berakhir dan bertemu di kehidupan yang lain Jika kita bertemu lagi di kehidupan yang lain untuk kelima kalinya, aku masih akan memilihmu, menghabiskan waktu bersama sampai jadi debu  Purwokerto, 3 Agustus 2022

Eye to Eye

Seminggu yang lalu, While She Sleeps ngerilis single terbaru, judulnya Eye to Eye. Sebenernya gua udah tau kalo mereka ngerilis single ini di hari kedua, tapi gua mau nunda dengerin lagunya dan berniat bikin video reaksi pertama kali ngedengerin lagu ini. Di beberapa lagu yang gua suka, kadang gua suka ngeliatin video orang yang nonton dan bikin reaksi pas pertama kali denger lagu. Beberapa dari mereka, reaksinya hampir sama kayak gua, yaitu terkagum-kagum. Reaksinya juga macem-macem. Entah itu audio officialnya aja, video klip, bahkan sampe video live dari band tertentu. Sampe akhirnya gua kepikiran buat bikin beginian juga. Awalnya gua mau bikin pas BMTH ngeluarin Die4u di hari pertama, eh gua malah kelupaan buat bikin video itu. Akhirnya larut sendiri di lagunya. Baru sekarang ini gua bikin di lagu Eye to Eye. Entah buat apa. Tapi sementara buat kenang-kenangan nanti aja. Gak penting juga. Ya, kembali pada lagunya. Lagu ini rilis di tanggal 15 April 2022. Trailernya muncul di satu ...

Rumah Pesakitan

Saat ini, yang gua inginkan adalah kabur dari rumah sakit ini dan pergi ke warung mie ayam terdekat. Menyantap semangkuk mie ayam komplit dengan racikan saos, sambal, dan kecap gua sendiri. Bau makanan rumah sakit sungguh memualkan. Sial. Gua makin gak mau mati di rumah sakit.

Ramadan dan Bersyukur

Gambar
Selama gua hidup, gua telah berjumpa dan ikut meramaikan perhelatan Bulan Ramadan selama 19 kali. Gua masih inget pertama kali gua ikut puasa. Waktu itu gua masih umur 5 tahun, SD kelas 1 di Bandung. Hari kesekian gua ikut puasa. Waktu siang, abis dzuhur, gua diajak temen sekelas gua buat ke rumahnya. Gua lupa namanya siapa. Rumahnya cukup mewah untuk ukuran rumah di kampung. Ada rumah yang luas, halaman luas, dan mobil sedan yang entah apa mereknya. Kita menyelinap ke samping rumah, berenti di sebuah gang yang bersebelahan sama jendela di rumah dia. Dia masuk ke rumah lewat jendela seperti maling, satu menit kemudian keluar sambil membawa sebotol marjan yang isinya udah disulap jadi air tawar dingin yang diambil dari lemari esnya. Kita jongkok di gang itu dan bergantian menenggak botol penuh dosa itu. Rasanya segar. Lebih segar daripada air wudhu yang gua minum saat hendak Salat Dzuhur beberapa hari kemudian. Setelah itu, kita ke lapangan bola, meneduh di salah satu saung, dan berpura...